Pengaruh Perbedaan Salinitas Terhadap Pertumbuhan Benur Udang Windu (Penaeus Monodon Fabricius) Pada Stadia Mysis Ke Post Larva

Penulis

  • Silva Paonganan Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan , Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
  • Eny Heriyati Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
  • Imanuddin Imanuddin Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

DOI:

https://doi.org/10.36084/jpt..v3i1.88

Kata Kunci:

pertumbuhan, stadia mysis, post larva udang windu, salinitas

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan salinitas terhadap pertumbuhan benur udang windu sebagai dasar perbaikan sistem penyediaan larva udang windu ( Penaeus monodon Fabricius). Penelitian menggunakan Rancangan  Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan terdiri dari S1 (15 ‰), S2 (20‰), S3 (25‰),S4 (30‰) dan S5 (35‰). Selama penelitian dikumpulkan data kelangsungan hidup, pertambahan panjang dan dan kualitas air. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu,salinitas,dan pH. Data dianalisis dengan sidik ragam dan di lanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa salinitas yang berbeda tidak berpengaruh  terhadap pertambahan panjang larva udang windu dimana dari uji (BNT) diketahui  bahwa F hitung lebih kecil dari pada F tabel pada taraf 5%. Pertambahan panjang rata-rata dari tiap perlakuan yang tertinggi adalah perlakuan S3 salinitas 25‰ (74,77%) kemudian diikuti dengan perlakuan S4 salinitas 30‰ (60,07%), S2 salinitas 20‰ (44,97%), S5 salinitas 35‰ (31,97%) dan S1 salinitas 15‰ (1,78%). Dari penelitian ini diketahui  bahwa perlakuan yang berbeda akan memberikan pertambahan panjang benur yang berbeda pula. Parameter tersebut masih layak untuk mendukung kehidupan larva udang windu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

01-06-2015

Cara Mengutip

Paonganan, S., Heriyati, E., & Imanuddin, I. (2015). Pengaruh Perbedaan Salinitas Terhadap Pertumbuhan Benur Udang Windu (Penaeus Monodon Fabricius) Pada Stadia Mysis Ke Post Larva. Jurnal Pertanian Terpadu, 3(1), 52–65. https://doi.org/10.36084/jpt.v3i1.88

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

<< < 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.