Tingkat Keuntungan Dan Break Event Point Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Di Kecamatan Sangatta Utara

Penulis

  • Rusmiyati Rusmiyati Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
  • Indah Novita Dewi Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
  • Christian Pratama Putra Sekolah Tinggi Pertanan Kutai Timur
  • Ratna Rahmawati Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

DOI:

https://doi.org/10.36084/jpt..v12i1.521

Kata Kunci:

Biaya produksi, Keuntungan, Lele sangkuriang, Pendapatan, Titik impas

Abstrak

Tujuan penelitian terutama mengetahui Break Event Point (BEP) dan tingkat keuntungan usaha tahapan pembesaran Ikan Lele Sangkuriang di Kecamatan Sangatta Utara serta penerimaan dan pendapatan usaha tersebut. Metode survey digunakan dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan yang diperoleh usaha pembesaran Ikan Lele Sangkuriang di Kecamatan Sangatta Utara adalah sebesar Rp16.300.000,00; pendapatan yang diterima sebesar Rp10.961.763,80; tingkat Keuntungan usaha tersebut di Kecamatan Sangatta Utara adalah sebesar 3,1 Hal ini mengindikasikan usaha tersebut menguntungkan untuk dikembangkan; dan BEP atas dasar jumlah produksi Ikan Lele Sangkuriang di Kecamatan Sangatta Utara adalah sebesar 70,8 kg. Sedangkan, BEP atas dasar penjualan produk di Kecamatan Sangatta Utara adalah sebesar Rp1.560.132,90.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-02

Cara Mengutip

Tingkat Keuntungan Dan Break Event Point Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Di Kecamatan Sangatta Utara. (2024). Jurnal Pertanian Terpadu, 12(1), 1-12. https://doi.org/10.36084/jpt..v12i1.521

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama