Persebaran Burung Gelatik Jawa (Lonchura oryzivora) di Kawasan Karst Gunung Sewu Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Penulis

  • Puji Lestari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta
  • Hary Susanto Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta
  • Tugimayanto Tugimayanto Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta
  • Taufan Kharis Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta
  • Wahyu Novianto Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta
  • Indrijo Santosa

DOI:

https://doi.org/10.36084/jpt..v12i2.580

Kata Kunci:

Gelatik jawa

Abstrak

Burung gelatik jawa (Lonchura oryzivora) merupakan burung endemik di Pulau Jawa dan Bali. Dulu, burung ini merupakan burung umum dan mudah dijumpai di persawahan di pulau Jawa dan Bali. Burung ini terancam punah akibat adanya perburuan liar dan menyempitnya lokasi persawahan. Populasi gelatik jawa kurang dari 1000 ekor di habitat alaminya (Yuda, 2008). Menurut IUCN, gelatik jawa merupakan spesies terancam punah, masuk dalam CITES appendix II. Observasi perjumpaan burung gelatik jawa ini dilakukan di Kawasan Karst Gunung Sewu. Laporan ini mendokumentasikan perjumpaan gelatik jawa (Lonchura oryzivora) di Kawasan Karst Gunung Sewu Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada  bulan Juli 2023 – Juli 2024 agar dapat diketahui persebarannya. Ada 12 (dua belas) area perjumpaan  gelatik jawa yaitu Luweng Jothak, Tebing Mandung, Goa Maria Tritis,  Song Gobar, Song Gilap, Goa Ngeleng, Luweng Ombo, Goa Rengga, Song Towo, Song Lebengan, Song Tlogo Ciut, Desa Giring Paliyan. Dari 12 (dua belas) area perjumpaan tersebut, 8 (delapan) diantaranya merupakan area perjumpaan baru yaitu Song Gilap, Goa Ngeleng, Luweng Ombo, Goa Rengga, Song Towo, Song Lebengan, Song Tlogo Ciut, Desa Giring Paliyan

Kata kunci: Endemik, Gelatik jawa, Perjumpaan, Persebaran, Populasi, Spesies terancam punah,

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-27

Cara Mengutip

Persebaran Burung Gelatik Jawa (Lonchura oryzivora) di Kawasan Karst Gunung Sewu Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (2024). Jurnal Pertanian Terpadu, 12(2), 129-140. https://doi.org/10.36084/jpt..v12i2.580