Pengaruh Perbedaan Warna Fosfor dan Ketinggian Perangkap Feromon terhadap Tangkapan Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di PTPN II Tanjung Garbus
DOI:
https://doi.org/10.36084/jpt..v13i1.599Kata Kunci:
hama, feromon, fosfor, Kelapa sawit, Oryctes rhinoceros, PerangkapAbstrak
Pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) menjadi hama utama yang menyerang kelapa sawit, terutama di area tanaman ulang. Kehadirannya sangat merugikan karena serangga ini berkembang biak pada bahan organik yang sedang mengalami proses pembusukan. Salah satu metode pengendalian yang mendukung program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah penggunaan perangkap feromon. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh warna fosfor pada perangkap feromon dengan variasi ketinggian terhadap jumlah tangkapan kumbang tanduk. Penelitian dilakukan pada Februari–Maret 2023 di Afdeling V Kebun Tanjung Garbus, PT Perkebunan Nusantara II, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah warna fosfor dengan empat perlakuan: kontrol (tanpa warna), biru, hijau, dan merah muda. Faktor kedua adalah ketinggian perangkap feromon dengan tiga variasi: 1,5 meter, 2 meter, dan 2,5 meter, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi diuji pada tiga blok ulangan, menghasilkan total 36 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA), dan apabila terdapat perbedaan nyata, diuji lanjut dengan DMRT pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi warna fosfor dan ketinggian perangkap feromon tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah tangkapan kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Pemegang hak cipta adalah penulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.