Analisis Sistem Agribisnis Sub Sektor Hortikultura Di Kabupaten Mukomuko
DOI:
https://doi.org/10.36084/jpt..v13i1.600Kata Kunci:
Agribisnis hortikultura, Kelompok tani, Ketahanan pangan, Mukomuko, Sistem terpaduAbstrak
Sektor hortikultura memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Namun, hingga kini, pengelolaan agribisnis hortikultura, khususnya di daerah potensial seperti Kabupaten Mukomuko, masih menghadapi tantangan seperti inefisiensi rantai pasok, kerugian pascapanen, dan lemahnya adopsi teknologi. Kesenjangan penelitian lokal memperkuat urgensi kajian sistematis ini. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis subsistem agribisnis hortikultura secara terpadu meliputi sarana produksi, budidaya, pengolahan, pemasaran, dan penunjang untuk merancang strategi pengembangan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan berupa tinjauan pustaka dengan pengumpulan data sekunder dari BPS dan dinas terkait, disertai evaluasi literatur ilmiah antara 2021–2023. Kriteria inklusi mencakup data hortikultura Kabupaten Mukomuko dan studi relevan agribisnis hortikultura; sedangkan eksklusi mencakup data di luar konteks geografis atau sektor. Analisis menunjukkan fluktuasi luas panen dan produksi, dominasi komoditas cabai keriting dan semangka, serta potensi biofarmaka. Sistem pemasaran masih tradisional, tetapi mulai mengalami modernisasi melalui platform digital. Dukungan penyuluh dan lembaga seperti LKMA cukup aktif, meski literasi digital masih menjadi kendala. Studi ini menyarankan penguatan integrasi antar subsistem, perluasan akses teknologi, dan pemberdayaan kelompok tani sebagai strategi utama pengembangan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Pemegang hak cipta adalah penulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.