Estimasi Energi Tenaga Kerja Manusia dalam Budidaya Tomat Servow dengan Sistem Irigasi Tetes di Nusa Tenggara Timur

Penulis

  • Osias Fatin Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
  • Jonathan Ebet Koehuan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
  • Jemmy Jonson Sula Dethan Universitas Kristen Artha Wacana image/svg+xml
  • Arlindo U. S. Kette Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

DOI:

https://doi.org/10.36084/jpt..v13i1.612

Kata Kunci:

Budidaya tomat, Denyut nadi, Energi fisiologis, Ergonomi, Irigasi tetes, Tenaga kerja

Abstrak

Budidaya tomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu kegiatan pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dan membutuhkan efisiensi sumber daya, khususnya di daerah dengan keterbatasan air dan tenaga kerja seperti Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi energi atau tenaga kerja manusia yang dikeluarkan pada setiap tahapan budidaya tomat Servow hingga fase vegetatif dengan menggunakan sistem irigasi tetes. Metode yang digunakan meliputi survei, wawancara, observasi lapangan, serta pengukuran denyut nadi sebelum dan sesudah aktivitas. Estimasi energi dihitung menggunakan rumus fisiologis berdasarkan perbedaan denyut nadi, durasi kerja, berat badan, dan umur tenaga kerja. Hasil menunjukkan bahwa tahap perawatan tanaman memerlukan energi tertinggi sebesar 360,49 kkal, diikuti oleh tahap persiapan lahan (229,35 kkal), pemasangan irigasi (148,52 kkal), pengairan (147,00 kkal), dan penanaman (46,04 kkal). Aktivitas berintensitas tinggi seperti pemasangan ajir dan pembersihan gulma menyebabkan peningkatan denyut nadi hingga 40 denyut/menit. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan prinsip ergonomi dan manajemen beban kerja dalam sistem pertanian berkelanjutan, serta menunjukkan hubungan signifikan antara intensitas kerja fisik dan pengeluaran energi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-21

Cara Mengutip

Estimasi Energi Tenaga Kerja Manusia dalam Budidaya Tomat Servow dengan Sistem Irigasi Tetes di Nusa Tenggara Timur. (2025). Jurnal Pertanian Terpadu, 13(1), 95-104. https://doi.org/10.36084/jpt..v13i1.612

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama