Pengaruh Penambahan Tebon Jagung, Ampas Tahu, dan EM4 Terhadap Karakteristik Fisik dan pH Silase Centrosema pubescens
DOI:
https://doi.org/10.36084/jpt..v13i1.621Kata Kunci:
Centrosema pubecens, karakteristik fisik, pH, SilaseAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan starter EM4, tebon jagung, dan ampas tahu terhadap kualitas fisik dan pH silase Centrosema pubescens (CP). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan lima ulangan, yaitu P1 (100% CP + starter), P2 (50% CP + 50% tebon jagung + starter), dan P3 (50% CP + 50% ampas tahu + starter). Proses fermentasi dilakukan selama 35 hari menggunakan plastik vakum untuk menciptakan kondisi anaerob. Data karakteristik fisik (keberadaan jamur, aroma, warna, dan tekstur) dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Dunn Test jika terdapat perbedaan signifikan, sedangkan data pH dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap aroma, tekstur, dan pH (p<0,05). Perlakuan dengan ampas tahu menghasilkan pH terendah, sedangkan perlakuan dengan tebon jagung menghasilkan tekstur terbaik dengan karakteristik tidak berlendir dan padat. Seluruh perlakuan menunjukkan skor maksimal pada keberadaan jamur, menandakan tidak adanya pertumbuhan jamur. Namun, warna hijau kecokelatan yang dihasilkan pada semua perlakuan belum memenuhi kategori optimal. Penambahan starter EM4 dengan tebon jagung atau ampas tahu terbukti mampu meningkatkan kualitas silase Centrosema pubescens melalui perbaikan pH, tekstur, dan ketiadaan pertumbuhan jamur, meskipun semua perlakuan menghasilkan warna hijau kecokelatan yang belum optimal.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Pemegang hak cipta adalah penulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.