Analisis Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Semi Organik dan Anorganik di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk
DOI:
https://doi.org/10.36084/jpt..v13i2.645Kata Kunci:
Anorganik, Bawang Merah, Budidaya, Pendapatan, Semi OrganikAbstrak
Tujuan dari penelitian ini untuk menguji dan mengidentifikasi kesenjangan pendapatan antara budidaya bawang merah semi organik dan anorganik yang ada di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Penelitian dilaksanakan pada November – Desember 2024. Sampel dihitung dengan menggunakan rumus Slovin dari populasi 298 petani didapatkan 75 sampel petani yang selanjutnya data diperhitungkan ulang melalui Proportional Stratified Random Sampling, yang menghasilkan sampel sebanyak 15 petani semi organik dan 60 petani anorganik. Metode analisis data menggunakan Analisis Biaya dan Pendapatan. Rata-rata dari produksi, harga serta pendapatan yang didapatkan dari bawang merah semi organik yaitu 15.986 Kg/Ha, Rp. 11.097, dan Rp. 106.559.833/Ha, sedangkan pada bawang merah anorganik yaitu sebesar 12.321 Kg/Ha, Rp. 10.726, dan Rp. 74.443.365/Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi, harga jual, dan pendapatan dari usahatani bawang merah dengan metode semi organik lebih tinggi dibandingkan usahatani bawang merah dengan metode anorganik. Hal ini terjadi karena petani bawang merah semi organik memperoleh penerimaan yang lebih tinggi dibanding dengan petani bawang merah anorganik, tetapi pengeluaran biaya pada petani bawang merah anorganik lebih tinggi dibanding dengan petani bawang merah semi organik. Sehingga pendapatan yang diterima dari petani bawang merah semi organik jauh lebih tinggi dibanding petani bawang merah anorganik.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Pemegang hak cipta adalah penulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.