Pertumbuhan dan Produksi Siratro (Macroptilium atropurpureum) Bermikoriza yang Diberi Mikroorganisme Lokal Pada Tanah Topsoil dan Tanah Overburden
Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36084/jpt..v13i2.687Kata Kunci:
Siratro, mikoriza, mikroorganisme lokal, topsoil, overburdenAbstrak
Upaya pengembangan peternakan di Kalimantan Timur dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pasca tambang batu bara. Akan tetapi rendahnya Tingkat kesuburan tanah serta terbatasnya ketersediaan tanah topsoil sebagai tanah penutup pada lahan pasca tambang menjadi kendala yang harus diperhatikan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan penanaman tanaman penutup tanah bermikoriza dan pemberian pupuk hayati mikroorganisme lokal (MOL). Percobaan dilakukan dengan menanam benih leguminosa sitratro bermikoriza yang ditanam di atas tanah topsoil dan tanah overburden yang ditempatkan pada polybag ukuran 10 kg. setiap jenis tanah tersebut ditambahkan dengan mikroorganisme lokal (MOL) dengan konsentrasi 0 mL, 10 mL, 20 mL, dan 30 mL per liter air. Hasil percobaan menunjukkan bahwa faktor jenis tanah berpengaruh terhadap tinggi tanaman, namun faktor jenis tanah maupun faktor konsentrasi MOL berpengaruh terhadap berat segar tajuk dan berat kering tajuk tanaman, dan kolonisasi FMA pada akar tanaman, yang semakin tinggi konsentrasi MOL dapat menurunkan produksi tajuk tanaman. Kolonisasi akar tanaman oleh FMA dengan peningkatan konsentrasi MOL pada tanah topsoil menunjukkan pengaruh negatif, yang semakin tinggi konsentrasi MOL maka kolonisasi FMA pada akar tanaman semakin rendah. Sebaliknya, pada tanah overburden peningkatan konsentrasi MOL dapat meningkatkan kolonisasi FMA.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Pemegang hak cipta adalah penulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.